Jumat, 02 Januari 2015

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PT. INDOMIE

ABSTRAK
Menurut survei tersebut, merekrut karyawan yang salah sama-sama membuang-buang waktu tenaga kerja dan perusahaan.Bahkan pengunduran diri karyawan yang tidak tepat juga seringkali berdampak pada kondisi moral dan pencapaian timnya di perusahaan.
Untuk mencegah terjadi hal tersebut, banyak organisasi yang mulai menggunakan uji psikometrik perilaku dan kepribadian. Uji psikometrik adalah analisis dan seleksi item yang dimana dapat digunakan ketika proses perekrutan untuk mengukur kriteria karyawan yang cocok bagi budaya kerja dan organisasi.
Pada artikel lain yang saya baca menyatakan survey menemukan 46 persen karyawan berhenti bekerja di sebuah perusahaan dalam waktu 18 bulan sejak pertama kali direkrut. Seperti yang dilansir dari Times of India, yang menjadi alasannya antara lain sebanyak 89 persen mengalami kegagalan dalam pekerjaannya dan 11 persen lainnya tidak memiliki skill atau kemampuan yang dibutuhkan di bidang pekerjaannya.
Selain itu diungkapkan pula beberapa penyebab lainnya termasuk kurangnya pelatihan, tingkat intelegensi emosional, motivasi, serta temperamen yang rendah.
Psikometrik sendiri dinilai memainkan peranan penting dalam mengidentifikasi karyawan yang berisiko merasa tidak puas akan peran mereka dalam pekerjaan dan karyawan yang mencari keseimbangan serta kecenderungan karyawan yang berisiko merasa puas akan perannya.
              Sumber Daya Manusia atau human recources mengandung dua pengertian. Pertama, adalah usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi. Dalam hal lain SDM mencerminkan kualitas usaha yang diberikan oleh seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa. Pengertian kedua, SDM menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut.Mampu bekerja berarti mampu melakukan kegiatan yang mempunyai kegiatan ekonomis, yaitu bahwa kegiatan tersebut menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau masyarakat.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dewasa ini, Sumber daya manusia merupakan asset perusahaan, perusahaan bisa berjalan apabila di dalamnya terdapat sumber daya manusia yang sesuai dengan kompetensi dan posisi jabatannya.Belum lama ini saya mencari sebuah artikel yang menyatakan ada sebuah survei yang menemukan fakta bahwa India menempati posisi empat besar negara di dunia yang paling banyak melakukan kesalahan dalam hal merekrut sumber daya manusia (karyawan).
Banyak perusahaan lokal merugi setiap kali merekrut sumber daya manusia (karyawan) yang tidak tepat, bahkan di tingkat organisasi yang lebih rendah.
Pada artikel lain yang saya baca menyatakan survey menemukan 46 persen karyawan berhenti bekerja di sebuah perusahaan dalam waktu 18 bulan sejak pertama kali direkrut. Seperti yang dilansir dari Times of India, yang menjadi alasannya antara lain sebanyak 89 persen mengalami kegagalan dalam pekerjaannya dan 11 persen lainnya tidak memiliki skill atau kemampuan yang dibutuhkan di bidang pekerjaannya.
Selain itu diungkapkan pula beberapa penyebab lainnya termasuk kurangnya pelatihan, tingkat intelegensi emosional, motivasi, serta temperamen yang rendah.
Menurut survei tersebut, merekrut karyawan yang salah sama-sama membuang-buang waktu tenaga kerja dan perusahaan.Bahkan pengunduran diri karyawan yang tidak tepat juga seringkali berdampak pada kondisi moral dan pencapaian timnya di perusahaan.
Untuk mencegah terjadi hal tersebut, banyak organisasi yang mulai menggunakan uji psikometrik perilaku dan kepribadian. Uji psikometrik adalah analisis dan seleksi item yang dimana dapat digunakan ketika proses perekrutan untuk mengukur kriteria karyawan yang cocok bagi budaya kerja dan organisasi.
Psikometrik sendiri dinilai memainkan peranan penting dalam mengidentifikasi karyawan yang berisiko merasa tidak puas akan peran mereka dalam pekerjaan dan karyawan yang mencari keseimbangan serta kecenderungan karyawan yang berisiko merasa puas akan perannya.

1.2  Batasan Masalah
a.       Pengembangan Sumber Daya Manusia
b.      Pemanfaatan Sumber Daya Manusia
c.       Efektifitas Sumber Daya Manusia serta Kompensasi yang Perusahaan Berikan

1.3  Tujuan Penulisan
a.       Memenuhi tugas softskill
b.      Untuk mengetahui cara pengelolaan sumber daya manusia


BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Sumber Daya Manusia
a.       Menurut Sonny Sumarsono (2003, h 4)
Sumber Daya Manusia atau human recources mengandung dua pengertian. Pertama, adalah usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi. Dalam hal lain SDM mencerminkan kualitas usaha yang diberikan oleh seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa. Pengertian kedua, SDM menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut. Mampu bekerja berarti mampu melakukan kegiatan yang mempunyai kegiatan ekonomis, yaitu bahwa kegiatan tersebut menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau masyarakat

b.      Mary Parker Follett
            Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.


c.       M.T.E. Hariandja (2002, h 2)
            Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor yang lain seperti modal.Oleh karena itu SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi.

d.      Mathis dan Jackson (2006, h.3)
            Sumber Daya Manusia adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisas.
            Demikian pula menurut The Chartered Institute of Personnel and Development (CIPD) dalam Mullins (2005). Sumber daya manusia dinyatakan sebagai strategi perancangan, pelaksanaan dan pemeliharaan untuk mengelola manusia untuk kinerja usaha yang optimal termasuk kebijakan pengembangan dan proses untuk mendukung strategi.

e.       Hasibuan (2003, h 244)
            Sumber Daya Manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu.Pelaku dan sifatnya dilakukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
            SDM terdiri dari daya fikir dan daya fisik setiap manusia.Tegasnya kemampuan setiap manusia ditentukan oleh daya fikir dan daya fisiknya.SDM atau manusia menjadi unsur utama dalam setiap aktivitas yang dilakukan.Peralatan yang handal atau canggih tanpa peran aktif SDM, tidak berarti apa-apa.Daya pikir adalah kecerdasan yang dibawa sejak lahir (modal dasar) sedangkan kecakapan diperoleh dari usaha (belajar dan pelatihan).Kecerdasan tolok ukurnya Intelegence Quotient (IQ) dan Emotion Quality (EQ).





BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

            Untuk mengumpulkan atau memperoleh data, Penulis menggunakan metode membaca artikel di Internet dan membaca buku tentang Sumber Daya Manusia.Selain Penulis mencari di Internet, Penulis juga mencantumkan hal yang Penulis ketahui di tulisan ini.


BAB IV
PEMBAHASAN

Barangkali Anda pernah mendengar ungkapan berikut ini “Karyawan Anda adalah asset yang berharga” mungkin Anda mempercayai ungkapan tersebut. Tetapi untuk memanfaatkan asset tersebut, bisa menjadi tantangan tersendiri jika dibandingkan dengan aktivitas pengembangan yang lain, seperti mengupgrade perangkat lunak computer Anda yang dimna Anda hanya cukup menekan tombol install dan reboot.
Sayangnya, tim tdak dating dengan manual pengopersiannya anggotanya. Ad anggota yang self starter yaitu mereka yang memiliki kemauan ang sangat kuat dan tahu persis keinginannya.Tugas Anda hanya cukupmemberi alat yang dibutuhkan dan membuka jalan. Ada anggota tim yang telah memiliki keterampilan, tetapi tidak tahu persis bagaimana memanfaatkannya dan meningkatkannya. Anda bisa menunjukkan caranya kepada mereka adapula anggota tim yang berusaha menjawab pertanyaan “Apa yang saya lakukan di sini?”Anda bisa membantu membuka matanya untuk melhat potensi yang ada dan eluang karier di masa depan.
Apapn gaya, ambisi, atau pengalaman anggota tim Anda, Anda berpeluang untuk mendapatkan yang terbaik dari anggota tim Anda dan meningkatkan nilainya dengan melakukan tugas berikut.



A.    Mengidentifikasi Peluang bagi Pertumbuhan Karyawan
      Ada pemikiran yang berbunyi Ă–rang harus bertanggung jawab atas pengembangan dirinya sendiri.Jadi tindakan saya sendirilah yang menentukan perkembangan saya saat ini”. Namun, yang benar adalah tak seorang pun bisa melakukan apa pun sendirian. Memberi pengarahan dan sumber daya merupakan peran ketua tim yang sangat menentukan. Oleh karena itu, berinvestasilah pada anggota tim Anda dengan mengembangkan mereka maka mereka akan memberi Anda dividen yang besar.
      Pengembangan dapat dimulai dari menentukan denganpenuh pertimbangan satu sampaitiga “Bidang Pengembangan” periode evaluasi berikutnya untuk masing masing anggota tim. Pilh kekuatan-kekuatan yang akan dikembangkan, dan/atau “Bidang yang perlu diperbaiki”untuk dibangn kompetensi dan keandalannya. Pilih bidang bidang yang langsung berpengaruh pada kierja ditempat kerjadan memungkinkan untuk dirumuskan pelaksanaannyadan diukur hasilnya.

B.     Menyusun Konsep Profil Pengembangan Karyawan untuk Meningatkan Kinerja Karyawan
      Sampai pada tahap ini, Anda telah mengidentifikasi satu sampai tiga “Bidang Pengembangan” yang menjadi konsentrasi anggota tim selama periode evaluasi berikutnya. Saat ini Anda perlu menetapkan cara anggota tim ini memperbaiki “Bidang yang perlu diperbaiki”, dan/atau meningkatkan bidang kekuatan kinerja dengan menggunakan Profil Pengembangan Karyawan (PPK)
      Fungsi PPK antara lain sebagai alat bantu untuk mendapatkan keterampilan dalam menjalankan peran, tanggung jawab, atau proyek baru, seta memanfaatkan peluang baru. Selain itu juga meningkatkan kepastian dilaksanakannya pengembangankaryawan karena Andatelah merencanakannya secara tertulis.
      Berikut ini adalah langkah langkah untuk membangun PPK:
a.       Bidang Pengembangan
Gambarkan keterampilan atau perilaku yang akan dikembangkan dengan mengikuti “Hukum 2,5”. Pilihlah bidang kekuatan yang akan dikembangkan, dan/atau bidang yang perlu diperbaiki yang akan ditingkatkan kompetensi dan keandalannya.

b.      Tindakan Pengembangan
Buatlah daftar 3 samai 4 cara untuk mengembangkan Bidang Pengembangan. Termasuk contoh spesifik tindakan pengembangan di dalam atau di luar tempat kerja dan tanggal tahapan penting tersebut.
c.       Hasil yang Diharapkan
Identifikasi hasil hasil yang diharpkan bersamayaitu pengukuran yang digunakan untuk megevaluasi kinerja anggota tim dari masing masing Tindakan Pengembangan dan metode evauasi untukmengumpulkan, menafsirkan, dan menjelaskan data kinerja.
Dengan adanya PPK, Anda dapat mengevaluasi lebih mudah jika Anda telah mempersiapkan evaluasi dalam tahap perencanaan kinerja dan pembinaan. Perencanaan dan pembinaan untuk periode evaluasi berikutnya akan lebihmudah jika Anda telah mempersiapkan perencanaan danpembinaan dalam proses evaluasi.

C.     Melengkapi Profil Pengembangan Karyawan
      Meskipun profil pengembangan karyawan disajikan dalam bentuk formulir, lembar kerja pelengkap ini hanya sekedar sebagai panduan bagi anda untuk mempersiapkn diskusi mengenai keterampilan yang dipilih untuk dikembangkan dengan anggota tim. Sebenrnya Anda tidak membutuhkan formulir semacam ini tetapi formulir ini bisa membantu Anda dan anggota tim membuat profil pengembangan karyawan sesuai kebutuhan. Atu , padukan komponen komponen penting PPK dalam buku ini ke dalam baguan baguan yang sama pada formulir evaluasi kinerja organisasi.
      Sebelum bertemu anggota tim Anda, buatlah dengan konsep PPK. Anda tidak perlu memulai dari awal, Anda tinggal memilih deskripsi Huku 2,5 yang telah ditulis. Kemudian, uraikan dengan beberapa gagasan pada masing-masing bagian. Anda cukup menuliskan beberapa kumpulan gagasan kasar untuk memualai diskusi dengan anggota tim.
      Dalam apendiks terdapat daftar yang bisa membantu Anda mengembangkan PPK.Untuk mendapatkan pilihan bidang pengembangan di tempat kerja atau di lur tempat kerja. Untuk mendapatkan pilihan mengenai metode evaluasi dan pengukuran yang bisa mendatangkan hasil terbaik,
      Anggota tim harus mengisi sebagian besar PPK (makin besar pertisipasi mereka, makin besar komitmen mereka untuk berhasil). Ketua tim harus melakukan sesuatu agar PPK bisa diimplementasikan. Jika PPK nya sederhana, mungkin bisa disepakati dengan cukup dalam satu kali pertemuan.Jik PPK nya rumit, mungkin haris disepakati dalam beberapa kali pertemuan.

D.    Mencari Dukungan dari Organisasi Anda
      Setelah anda mengonsep profil pengembangan karyawan Anda dan menyelesaikan evauasi kinerja, kemungkinan Anda perlu menemui beberapa orang untuk membahas hasil kerja Anda da meminta persetjuan dokumentasi yang anda hasilkan.Anda perlu mendapat dukungan penuh darinya.

                              Pemanfaatan sumber daya manusia adalah proses kegiatan pimpinan yang  bermaksud mempekerjakan pegawai yang memberi prestasi yang cukup dan tidak mempekerjakan pegawai yang tidak bermanfaat. Dalam pemanfaaat Sumber Daya Manusia, sebuah perusahaan melakukan sistem pemanfaatan berdasarkan secara fungsional dan skill. Hal tersebut bertujuan agar arus kinerja kerja berjalan  tak terhambat, sehingga menimbulkan daya maksimal bagi perusahaan. Pemanfaatan ini umumnya bersifat merata dalam setiap jabatan. Pemanfaatan dalam perusahaan biasanya meliputi salah satunya adalah pemanfaat sumber daya produksi untuk proses produksi, pengolahan, promosi, penjualan dan pemasaran.Hal itu di ukur dari produktifitas karyawandan perusahaan yang kemudian akan menghasilkan penerimaan dan profit serta pangsa pasar. Produktifitas karyawan antara lain sangat ditentukan oleh mutu SDM karyawan.Untuk mendapatkan mutu karyawan yang mempunyai kualitas baik sebuah perusahaan memiliki tenaga kerja yang menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya.Untuk itu karyawan memerlukan suatu pembekalan agar tenaga kerja yang ada dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya masing-masing serta meningkatkan kinerja yang ada. Sehingga pemanfaatan SDM yang ada sesuai dengan kriteria dan tidak terbuang sia-sia, dengan begitu proses pengembangan dan evaluasi karyawan menjadi sangat penting mulai dari karyawan pada tingkat rendah maupun yang tinggi.
                              Kini semakin besar suatu perusahaan maka akan semakin besar pemanfaat sumber daya manusia. Meskipun pada dasarnya setiap perusahaan mengunakan mesin dalam operasi kerja, tapi tak akan berdaya atau berfungsi mesin–mesin tersebut tanpa adanya manusia yang menggerakannya (karyawan). Pemanfaat sumber daya manusia dalam perusahaan pastinya melalui proses jabatan. Karena jabatan menentukan kinerja apa yang akan dilakukan oleh sumber daya manusia tersebut. Oleh karena itu wajar saja pemanfaatn sumber daya manusia memiliki nilai yang lebih dibanding pemanfaatan mesin atau alat pekerja perusahaan.Seiring dengan pemanfaatan sumber daya manusia, banyak perusahaan darinya kecil hingga akhirnya menjadi perusahaan besar.Hal itu kemungkinan karena faktor pemanfaatan sumber daya manusia yang benar.Hal tesebut dikarenakan salah satu srateginya adalah pegawai yang menunjukkan kemungkinan memberi manfaat diusahakan agar kemungkinan itu menjadi kenyataan, dengan jalan memotivasi pegawai.Pegawai yang tidak memberi manfaat diberhentikan atau dipensiunkan.Oleh karena itu, guna mencapai strategi perusahaan pada umumnya dan visi manajemen SDM pada khususnya, perusahaan tersebut perlu mengatasi permasalahan dan mengevaluasi kembali strategi pengembangan SDM yang telah dilakukan. Mengingat sumber daya yang dimiliki oleh sebuah perusahaan tidak akan bermanfaat apabila tidak dikelola dengan baik, maka sudah selayaknya melakukan suatu analisis yakni strategis pengembangan sumber daya manusia di perusahaan tersebut.                
                        Efektivitas sumber daya manusia dilihat pada kondisi perusahaan tersebut. Bilamana dalam perusahaan tersebut progress kerjanya selalu meningkat maka efektivitas sumber daya manusia tersebut baik, apabila sebaliknya perusahaan progress nya selalu menurun maka perlu dipertanyakan efektivitas sumber daya manusia tersebut. Efektivitas karyawan dapat ditingkatkan seoptimal mungkin, jika setiap pimpinan perusahaan mempunyai tanggung jawab untuk memelihara dan membina sumber daya manusia dan bersedia memberikan sumbangan kepada perusahaan secara optimal, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Sejalan dengan kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualitas, kebijakan yang dilaksanakan perusahaan adalah menggalakkan pendidikan manajer profesional dan tenaga terampil. Dalam hubungan ini, pengetahuan dan keahlian dalam bidang-bidang tertentu harus pula disertai dengan kemampuan dan keterampilan manajerial yang diperlukan untuk menunjang kegiatan operasional. Dalam usaha memperoleh tenaga-tenaga professional pihak manajemen memberikan kesempatan kepada setiap personil untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan, sehubungan dengan itu perlu suatu strategik yang jelas dan berkesinambungan di dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi misalnya sebuah perusahaan yang produktif dan memiliki daya saing yang tinggi, menyatakan diri sebagai investment holding company dengan focus kepada tiga bidang usaha yaitu agro industri, farmasi dan alat kesehatan serta perdagangan. Sektor agro industri merupakan salah satu sector inti yang diunggulkan dan diharapkan mampu memanfaatkan peluang-peluang bisnis, baik di dalam negeri maupun di dunia internasional. Namun ternyata rasio hutang terhadap total aset pada beberapa anak perusahaan telah berada di bawah ambang batas normatif.
Dari hal tersebut bisa kita pahami bahwa perusahaan tersebut perlu diwaspadai bahwa rasio hutang terhadap total asset menjadi sangat mengkhawatirkan di tengah pertumbuhan bisnis perusahaan group yang kian menurun. Oleh karena itu hal ini harus menjadi concern korporasi secara keseluruhan karena risiko ini diperkirakan akan terus naik jika tidak segera ditindak lanjuti. Kenyataan itu bertolak belakang dengan keinginan perusahaan tersebut untuk siap menyongsong era kompetisi yang bertumpu pada kemampuan sendiri, pengelolaan yang profesional dan inovatif serta keinginannya juga untuk mewujudkan strategi pengembangan bisnis yang dimiliki.Inti permasalahannya yang belum mampu mencapai keinginannya tersebut adalah kurang optimalnya kinerja SDM.Hal ini tentunya membuat perusahaan tersebut memerlukan sumberdaya manusia yang berkualitas dengan melalui proses stategik pengembangan sumber daya manusia.
Kompensasi adalah imbalan atas kontribusi kerja pegawai secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Kompensasi yang tepat sangat penting dan disesuaikan dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal. Kompensasi yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada dapat menyebabkan masalah ketenaga kerjaan di kemudian hari atau pun dapat menimbulkan kerugian pada organisasi atau perusahaan. Rasa cinta dan loyalitas suatu pegawainya akan dibalas oleh perusahaan tersebut dengan materi. Jenis karyawan di sebuah perusahaan ada dua jenis yaitu staff dan non staff. Karyawan yang berstatus staff tidak akan mendapat uang lembur ataupun sebaliknya. Pada proses absensi ini, karyawan yang telah menyisihkan waktunya untuk kerja lembur akan mendapatkan tunjangan lembur. Bukan saja mendapat kompensasi berupa materi yang di berikan, tapi kompensasi kesehatan seperti izin tak bekerja karena sakit serta memenuhi biaya kesehatan karyawannya.Banyak sekali kompensasi yang diberikan untuk para karyawan, semua itu dilakukan agar kinerja yang dikeluarkan dan dikerahkan oleh karyawan maksimal.Sehingga sebanding dengan kompensasi yang diberikan.
                                    Kompensasi merupakan hal yang wajar bila suatu perusahaan memberikannya kepada para pegawai atau karyawannya. Mengingat karyawan adalah manusia biasa yang terkadang semangat bekerja tapi terkadang pula tidak semangat dalam bekerja. Tujannya hanya ingin antara pegawai dan pemipin bisa saling memberikan hal yang terbaik, sehingga rasa nyaman, aman, dan tentram selalu menyelimuti perusahaan tersebut. Dengan begitu maka kegiatan kinerja dilapangan akan menghasilkan maksimal sehingga menjadikan perusaha itu dapat berkembang dengan baik.


BAB V
KESIMPULAN

                                    Walaupun ada perbedaan dalam definisi-definisi manajemen sumber daya manusia dalam literatur di Amerika, di Inggris, dan di Indonesia, namun bila dikombinasikan, ada dual hal yang mendapat penekanan dari berbagai definisi itu, yaitu people minded dan production minded.
                                    Dengan memperhatikan penekanan pada kedua hal tersebut pada kedua hal tersebut  penulis memberi batasan manajemen sumber daya manusia adalah seni dan ilmu  pengadaan, pengembangan dan emanfaatan sumber daya manusia sehingga tujuan organisasi direalisasikan secara daya guna dan adanya kegairahan kerja dari semua tenaga kerja.
                                    Manajemen sumber daya manusia adalah sinonim dari personnel management , manajemen kepegawaian, manajemen personalia, dan manpower management, tetapi tidak sama dengan labour relations dan industrial relations. Industrial relations adalah gabungan manajemen sumber daya manusia dan labour relations, yaitu manajemen yang menitikberatkan perhatiannya kepada hubungan-hubungan antara manajemen dengan serikat karyawan.
                                    Adapun lingkup atau liputan dari manajemen sumber daya manusia adalah  pengadaan, pengembangan, dan pemanfaatan sumber daya manusia. Inti pengadaan sumber daya manusia ialah menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan organisasi secara kuantitatif dan secara kualitatif.Pengembangan sumber daya manusia adalah program yang khusus dirancang oleh organisasi dengan tujuan membentuk karyawan dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan memperbaiki sikapnya melalui berbagai macam aktivitas. Pemanfaatan sumber daya manusia adalah proses kegiatan pimpinan yang bermaksud mempekerjakan pegawai yang memberi prestasi cukup dan tidak mempekerjakan pegawai yang tidak bermanfaat.
                                    Dari semua proses yang ada dapat disimpulkan bahwa agar perusahaan dapat mencapai tujuan yang diinginkan, yang harus dilakukan perusahaan adalah menjalankan semua proses tersebut dan mengevaluasinya sesering mungkin agar apa yang direncanakan dan apa yang menjadi tujuan dari pendirian perusahaan dapat terwujud. Disamping itu perusahaan harus menyeimbangkan antara kebutuhan karyawan dan tujuan perusahaan secara seimbang agar para karyawan pun dapat memberikan segala kemampuan yang mereka miliki dan ini akan memberikan dampak positif baik bagi karyawan maupun perusahaan, semua proses ini merupakan tugas utama management sumber daya manusia (Manajer Personalia) agar terjadi keseimbangan tujuan perusahaan maupun karyawan.
                                    Selain itu, salah satu aspek utama pemanfaatan sumber daya manusia adalah motivasi yaitu usaha mendorong pegawai agar mau berprestasi.Salah satu pendapat mengenai motivasi.







DAFTAR PUSTAKA

Paul J. Jerome. 2001. Mengevaluasi Kinerja Karyawan. Jakarta:  PPM.

budipratiko9.blogspot.com/2013/10/manajemen-sumber-daya-manusia-msdm-pt.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar